Menikmati Cewek Beijing

7th August 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 821 Views | No Comments

www.sang-pakar.xyz Menikmati Cewek Beijing

Cerita ini bermula sebelum saya mengenal
Inge , saat itu adalah saat bersama saya
berada di Beijing. Beijing sungguh kota yang sangat indah tetapi saat
itu musim dingin, jadinya saya memakai baju tebal supaya saya tidak
merasa kedinginan.

Saat itu adalah hari ke 2 saya berada di
Beijing dan saya sudah mengetahui tempat makan, tempat jalan dan saya
sudah mencoba naik bis di kota Beijing. Saya sempat tergiur melihat
cewek-cewek Beijing yang berlalu lalang di dalam sekolah tempat saya
belajar bahasa Mandarin. Seandainya bahasa Mandarin saya sudah bagus,
tentunya saya bisa berkenalan dengan mereka. Saat itu saya belum
mengenal siapa-siapa selain agen perjalanan yang mengatur di mana saya
tinggal dan di mana saya akan mendapatkan pendidikan bahasa Mandarin.
Karena tidak ada kerjaan, saya berjalan-jalan di aula sekolah tersebut
dan saya melihat sepucuk kertas kecil berisikan nama dan nomor telepon
yang menempel di sebuah papan pengumuman. Kertas itu bertuliskan dalam
bahasa Inggris sehingga saya dapat membacanya dengan jelas. Pemilik
kertas itu bernama Zhang Jing Jing atau Crystal (ini adalah nama asli
dia, tetapi tidak usah diedit supaya lebih asyik dan menarik).

Setelah
hari berganti senja, saya memberanikan mencoba menelpon Zhang Jing Jing
atau Crystal. Dengan bermodalkan bahasa mandarin saya yang pas-pasan
dan bahasa Inggris, saya mengutarakan maksud saya untuk belajar bahasa
Mandarin dan saya akan membayar dia untuk menjadi guru private saya.
Dia menawarkan diri untuk mengajar saya bahasa mandarin dengan biaya 10
RMB (Rp 8,000) per 1 jam. Setelah saya setuju dengan harga, dia
menawarkan supaya saya datang ke rumah dia keeesokan harinya karena
kebetulan dia tidak ada kelas dan saya juga belum mulai sekolahnya.

Tibalah
saat waktu les dengan Crystal, saya mandi, makan dan merapikan diri.
Setelah semuanya selesai, saya membawa buku tulis dan buku cetak
beserta alat tulis ke tempat Crystal. Untuk menemukan tempat crystal
karena saya masih baru sekali di Beijing, saya bertanya letak tempat
dia kepada orang-orang sekitar dengan menggunakan bahasa Inggris dan
bahasa Mandarin jika mereka tidak mengerti bahasa Inggris. Akhirnya
setelah berapa lama, saya dapat menemukannya. Setibanya di depan pintu
kamar Zhang Jing Jing, saya mengetuk pintu kamar dia dan tak lama,
seorang gadis bermata sipit yang memiliki tubuh yang bahenol dan
berambut panjang membukakan pintu. Wajahnya cantik sekali karena
terlihat tidak ada noda atau jerawat di wajahnya. Dengan gugup, saya
memperkenalkan diri dengan bahasa Mandarin yang belepotan karena bahasa
Inggris dia juga tidak terlalu bagus walaupun saya mengerti maksud dia
kalau dia bicara bahasa Inggris.

Akhirnya masuklah saya ke dalam
kamarnya yang sangat kecil itu. Saya sempat terperanjat ketika saya
masuk dan melihat dia sedang asyik menonton sebuah VCD Cina porno.
Terlihat di layar televisinya sepasang laki-laki dan cewek chinese yang
sedang asyik berpelukan tanpa busana. Sempat terlintas di pikiran saya
bahwa guru privat les saya ini sedang “horny”. Setelah Crystal melihat
saya memperhatikan layar televisi, dia buru-buru mematikan pesawat
televisi dan mengajak saya duduk di ranjang sambil menanyakan apa yang
saya ingin pelajari.

Setelah itu, saya mencoba bicara kepada
dia. “Wo Yao Wen Ni (aku mau tanya nih)”, tetapi karena saya melafalkan
dengan nada yang salah, dia tersenyum kepada saya sambil mengecup bibir
saya dengan bibirnya. Saya kaget bercampur senang dan menanyakan
kenapa. Dia menjelaskan bahwa saya barusan ngomong kalau saya mau cium
dia, makanya dia suka saja karena dia bilang saya tampan seperti bekas
pacarnya yang sudah meninggal karena kecelakaan di pesawat terbang.

Melihat
gelagatnya yang menguntungkan buat saya, saya membalas ciuman bibirnya
sambil tangan saya mengelus-elus payudara dia yang ternyata sudah
mengeras dan mungkin saja akibat pengaruh VCD yang dia tonton di TV.
Sambil terus memainkan tangan saya di dada Crystal, saya mengulum
bibirnya dan saya sempat surprise karena dia mahir sekali memainkan
lidahnya.

Beberapa menit kemudian, dia melepaskan ciumannya dan
dia memberitahu arti kata “ciuman” di dalam bahasa Mandarin. Dia juga
mengenalkan bagian tubuhnya dan tubuh saya dalam bahasa Mandarin. Saya
hanya mengangguk sambil berusaha bertanya pada Crystal dengan
menggunakan bahasa Mandarin. Setelah itu, saya menyuruhnya untuk
berbaring dan saya mendekatkan mulut ke dalam vaginanya dan sebelum
saya mencium vaginanya, saya menyuruh dia untuk ngomong kotor dalam
bahasa Mandarin seandainya dia merasa nikmat walaupun saya cuma tahu
sedikit kata kata kotor dalam bahasa Mandarin.

Kemudian, saya
mencium klitorisnya dan memainkan lidah saya di klitoris cewek Beijing
ini. Crystal merintih-rintih dengan penuh kenikmatan dan dia mulai
mendesah-desah dan mengeluarkan bahasa “dewa”nya dan saya tahu bahwa
dia sedang berbicara kotor karena merasakan kenikmatan yang maha
dahsyat ini. “Slurppp”, lidah saya terus merajalela menjelajahi lubang
kenikmatan Crystal dan 15 menit kemudian, kepala saya dijepit dengan
kuat oleh Crystal sehingga saya menjadi susah bernafas dan pada saat
yang bersamaan, dia berteriak dan mengeluarkan bahasa Mandarin yang
artinya, “Gue klimaksss.., sayy..” dan tubuh dia bergetar secara hebat.

Saya
tidak puas dengan permainan ini walaupun saya tahu dia sudah puas, saya
mulai mengeluarkan “burung” saya dari dalam CD dan saya mulai
memasukkan penis saya di dalam vaginanya tanpa memberitahukan dia yang
masih menikmati momen-momen kenikmatan itu. Saat saat memasukkan penis
ke dalam vaginanya, dia kaget dan berteriak lirih dalam bahasa Mandarin
yang artinya, “Joeee.., sakittt..”, tapi aku diam saja dan terus
memasukkan penis saya sampai kira-kira menyentuh rahimnya. Setelah
sampai di ujung liang kenikmatannya, saya mencium bibirnya dan dia
membalas ciuman saya dengan panas dan agresif dan tangan saya
bermain-main dengan liarnya di payudaranya.

“Hmm.., Ahhh.., inii
pertama kali saya main dengan orang Indonesia”, katanya dalam bahasa
Mandarin yang kadang-kadang bercampur dengan bahasa Inggris. Saya
memainkan penis saya di dalam liang surgawinya, cukup lama sekitar 1
jam, tapi saya tahu bahwa dia sudah mencapai puncak surgawi sekitar 4
kali. Tetapi saya belum merasa puas (terus terang saya termasuk
Hiperseks apalagi ini adalah kesempatan pertama kali bisa merasakan
liang surgawi seorang gadis cina asli), saya meminta dia untuk
membelakangi saya dan saya mulai memasukkan penis saya ke anusnya.

Tiba-tiba
dia berteriak dengan penuh sensasi dan berkata, “Joe.., kamu adalah
pria terhebat.., bahkan eks saya tidak bisa memuaskan saya begini
banyak.., arghhh.., ohhh…”, sambil menggoyang-goyangkan pantatnya
yang membuat saya menjadi semakin nikmat.

Setelah beberapa lama,
saya merasa tidak kuat lagi menahan kenikmatan ini dan saya
mengeluarkan “senjata” saya dari anusnya dan menyuruh dia untuk
menghisap penis saya. Saya sungguh kaget karena dia menyambut tawaran
saya dengan senang hati dan saya tiduran sementara penis saya dihisap
oleh Crystal dengan nafsunya. Dia menghisap hisap penis saya seperti
anak kecil yang sedang mengemut permen loli atau ice cream. Makin lama
dia menghisap, makin cepat hisapan dia yang membuat saya merasakan
sensasi yang luar biasa dan di suatu waktu, saya mempercepat gerakan
saya sehingga Crystal juga mempercepat hisapannya dan, “Arghhh…,
gueeeee keluarrr.., crystalll”, teriak saya dalam bahasa Mandarin dan
di saat saya sedang bergetar hebat, saya bisa melihat sperma saya
sedang memenuhi mulut Crystal dan setelah dia melepaskan penis saya
dari mulutnya, saya melihat dia menelan sperma saya semuanya dan
perasaan saya sungguh puas sekali dengan perlakuannya.

Akhirnya
saya tidak jadi les privat karena sudah terlalu lama bercinta
dengannya. Saya kecapaian dan tertidur sambil memeluk dia di atas dada
saya. Sekali-kali saya mencium kening dan mulutnya dan dia membalasnya
dengan mesra dan dia hanya berkata “Xie Xie.., Ni Hen Li Hai (Terima
kasih, kamu hebat sekali)”.

Sesudah kejadian ini, saya dan
Crystal menjadi sangat akrab seperti orang pacaran walaupun kami tidak
pacaran dan hubungan ini terputus karena dia akan pindah sekolah ke
Guang Zhou untuk menemani nenek dan adiknya. Sewaktu dia akan pergi
meninggalkan Beijing, saya menemani dia ke Airport dan kami berciuman
dengan mesranya sebelum dia masuk ke pesawat untuk terbang ke Guang
Zhow. Wo Zhen De Hen Xiang Ta (Aku benar benar merindukan dia..,
terutama liang surganya yang asyik)

Identitas dirahasiakan atas permintaan pengirim

TAMAT

Menikmati Cewek Beijing

No Comment yet. Be the first to comment on Menikmati Cewek Beijing

Leave Your Comment Here!