Kembar Oh Nikmatnya

9th October 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 3074 Views | No Comments

www.sang-pakar.xyz Kembar Oh Nikmatnya

Perkenalkan namaku Irvan, sekarang
berumur 21 thn. Wajahku sebenarnya sih biasa-biasa saja bisa dibilang
cukup pendek malah tetapi mungkin aku sudah punya bakat alam untuk
merayu cewek, mungkin ini juga salah satu pengaruh karakterku yang
cenderung sanguinis, mudah bergaul. Pegalaman seksku tidak bisa
dibilang banyak, cuma pernah bercinta dengan mantan pacarku aja. Kali
ini aku mau bercerita salah satu pengalaman seksku dengan 2 kakak
seniorku di perguruan tinggi.

Ceritanya bermula ketika aku mulai
masuk perguruan tinggi pada saat OSPEK. Waktu itu salah satu senior
yang menjadi mentorku adalah seorang cewek cantik, bentuk tubuhnya
indah sekali, rambutnya panjang dan dikuncir di belakang. Orangnya
sering memakai baju yang agak ketat jadi bentuk tubuhnya yang indah itu
dapat kulihat, ingin rasanya tenggelam dalam pelukannya.

Diam-diam
sewaktu dia pulang aku ikuti dia dari belakang biar tahu di mana
rumahnya. Ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah kostku, dan
yang membuat aku lebih kaget adalah yang membukakan pintu itu seorang
cewek yang wajahnya juga mirip dengan dia, bentu tubuhnya juga
sama-sama bagus, yang membedakan hanya model rambutnya, cewek yang
membukakan pintu itu rambutnya hanya sebahu lebih dan tidak dikuncir,
aku pikir mereka ini pasti saudara kembar.

Besok adalah hari
terakhir OSPEK, aku sengaja meminta tanda tangan pada dia sambil
sekalian berkenalan dengannya. Sesudah dia memberi tanda tangan,
kutanya namanya, dia bernama Susanti, dan tidak lupa kutanya dia “Eh,
omong-omong kemarin aku lagi lewat rumahmu, aku juga nggak sengaja
ngeliat satu cewek yang ngebukain pintu buat lu, wajahnya kok mirip
denganmu sih, punya saudara kembar ya, tapi kok sekarang orangnya nggak
keliatan sih?”.

“Ooo, jadi kamu juga udah melihat si Susanna nih, wah nggak seru nih.., lu jadi nggak ketipu dong kalo aku kibulin..!.

Kami
pun bercanda dan ngobrol. Sejak saat itu kami pun mulai akrab, aku juga
sudah mengenal kembarannya yang bernama Susanna yang lebih tua beberapa
menit dari Susanti. Mereka lebih tua 1 tahun dariku dan 2 angkatan di
atasku. Aku sering pergi ke rumah mereka yang kebetulan tidak terlalu
jauh dari kampus. Aku merasa ada sedikit hati pada Susanti karena kalau
sedang ngobrol lebih klop rasanya. Mereka pun sering ke kostku dan aku
kenalkan kepada teman kost yang lain.

Setelah beberapa bulan
kira-kira jam 3 siang mereka datang ke kostku. Mereka bilang mau
meminjam komputer buat ngetik, soalnya komputer di rumah mereka sedang
rusak katanya. Aku pun mempersilakan mereka masuk ke kamarku yang juga
ruang kerjaku. Sementara Susanti sibuk mengetik, aku ngobrol dengan
Susanna, ternyata Susanna agak genit, obrolannya kadang-kadang suka
nyerempet ke arah seks segala, beda dari adiknya yang sedikit tenang.
Dia juga sibuk melihat majalah-majalahku.

“Wah, nggak seru nih kok majalah komputer sama sport semua nih”, katanya.

Tanpa kusadari dia menemukan VCD blue yang aku sembunyikan antara halaman majalah.

“Wah ketahuan nih, bandel yah, sembunyiin barang kayak ginian”.

Wajahku
agak malu apalagi saat tertangkap basah di depan Susanti yang aku suka
itu. Sebenarnya itu film lama dan aku juga sudah bosan nontonnya,
makannya aku sembunyikan saja di sembarang tempat.

“Wah boleh juga nih”, kata Susanna, “Aku juga udah lama nggak ngeliat lagi yang kayak gini, stel dong Van, boleh kan?”.

“Wah, itu kan si Santi lagi sibuk, komputernya lagi dipake tuh”.

“Ini bentar lagi selesai kok tinggal di save aja nih”, jawab Susanti.

Aku agak heran mendengar jawaban Susanti, “Wah, ini kan film nggak baik Ti, masa lu mau liat juga nih”, jawabku.

“Aku
belum pernah liat tuh, sekali-kali kan aku juga pengen tau kayak apa
sih film yang bisa bikin laki-laki tergila-gila tuh, ya nggak Van”.

Tidak
lama kemudian Susanti berkata, “Udah nih Van, udah aku save lagi, mana
dong janjinya, stel dong VCD-nya. Mumpung masih belum terlalu malem
nih”.

“Iya, kita cewek juga boleh dong ngeliat, bukan cowok aja dong, kan emansipasi nih”, Susanna menambahkan.

Akhirnya
aku terpaksa mengalah setelah didesak mereka berdua dan menyetel VCD
porno itu dan kami menontonnya. Kami duduk di ranjang saat menonton,
aku duduk di sebelah Susanti dan Susanna di sebelah Susanti. Dalam film
itu terlihat adegan seorang pria sedang menyetubuhi 2 orang wanita
secara bergantian, adegan itu membuat nafsu seksku bangkit, ditambah
lagi ada 2 cewek cantik di sini dan mereka berdua juga kelihatannya
cukup terangsang juga.

Aku mulai memberanikan diri menggenggam
tangan Susanti dan dia juga tidak menunjukkan reaksi menolak, tanganku
mulai usil meraba pahanya yang pada saat itu cuma memakai celana
pendek. Kemudian aku berkata pada Susanti, “Gimana Ti, filmnya bagus
nggak?”, dia hanya mengangguk menjawab pertanyaanku.

Entah apa yang
merasukiku saat itu tahu-tahu tanganku sudah mulai menyelinap ke bawah
baju kaosnya dan meraba punggungnya yang halus lalu membuka tali
BH-nya. Setelah itu tanganku mulai meraba payudaranya yang indah, dan
saat itu dia mendesah, “Aaahh!”.

Susanna yang melihat kami
berdua sedang diam-diam asyik langsung berkata, “Loh, kok mainnya cuma
berdua aja sih, nggak ngajak-ngajak nih!”.

Selesai berkata demikian
dia langsung pindah tepat duduk ke sebelah kiriku, jadi sekarang aku
dalam posisi diapit 2 orang wanita.

“Wah kaya surga aja nih”, kata aku dalam hati.

Aku lalu berkata pada Susanti yang saat itu juga sudah tidak bisa mengendaikan dirinya.

“Aku buka aja yah bajunya, Ti, biar lebih nyaman”.

Setelah
dia mengijinkan, akupun langsung membantunnya untuk membukakan bajunya,
sementara itu Susanna membantuku membuka celanaku. Aku semakin nafsu
begitu melihat bentuk tubuh Susanti yang sudah polos pada saat itu,
ditambah lagi Susanna juga membuka bajunya setelah dia membuka celana
dalamku, kini kami bertiga sudah dalam keadaan telanjang bulat.

Susanti
duduk di sebelahku dan kuraba payudaranya sambil beradu lidah
dengannya, sementara Susanna duduk berlutut di antara kedua kakiku
sambil mengemut dan menjilati adikku. Kepalaku sudah turun ke payudara
Susanti dan kujilati putingnya yang indah berwarna merah muda itu dan
tanganku yang satunya lagi meraba-raba kemaluannya yang berbulu lebat
dan sudah mulai basah. Susanti yang pada saat itu sedang mabuk kepayang
oleh nafsunya mendesah sambil berkata, “Uhh, terus Van, terusiin, udah
mau keluar nih.., Ahh.!”.

Lalu Susanna berkata, “Cepetan Van, kalo Santi udah puas aku juga mau digituin nih”.

Setelah berkata begitu, dia meneruskan menjilati penisku.

Setelah
beberapa saat aku mempermainkan klistoris Susanti, aku mulai merasakan
keluar cairan hangat dari sana, dan Susanti mendesah panjang sambil
memeluk erat badanku. Disaat yang sama pula aku mencapai kepuasan
karena penisku dikulum Susanna. Spermaku muncrat membasahi muka
Susanna, dan dia menelan spermaku yang masih tersisa, Susanti juga
berlutut ikut menjilati spermaku yang masih belepotan di penisku.

Tiba-tiba
kudengar pintu kamarku dibuka dari luar, dan yang masuk adalah Andry,
teman kostku yang juga teman sekamarku. Deg, aku kaget sekali, pada
saat itu bagai disambar petir. Aku baru sadar kalau Andry juga ternyata
memegang kunci kamar ini dan yang lebih tolol lagi adalah grendel pintu
lupa kukunci. Begitu dia masuk aku langsung mengambil bantal menutupi
penisku. Si kembar juga kaget dan mengambil pakaian mereka menutupi
bagian terlarang mereka, untung pada saat itu mereka cuma sedang
menjilat penisku, kalau sedang mengemut kan gawat, bisa tergigit
penisku.

Andry yang baru masuk menutup pintu lagi dan terdiam
beberapa detik sambil memandangi kami yang hanya tertutupi oleh barang
seadanya.

“Kalian lagi ngapain? kok nggak ngajak-ngajak sih?”. Belum
sempat ada yang menjawab dia sudah mendekati Susana dan mengambil
tissue membersihkan cipratan maniku di wajahnya. Dan Sussana pun tanpa
diperintah langsung membukakan baju Andry. Melihat itu rasa kagetku pun
mulai pulih kembali, aku menarik Susanti duduk di pangkuanku
berhadap-hadapan, dan kumasukkan penisku ke dalam vaginanya, ternyata
Susanti masih perawan, terbukti ketika kumasukkan penisku agak sulit,
akhirnya dengan sepenuh tenaga berhasil juga, dan kudengar juga suara
sobekan selaput daranya disertai sedikit darahnya.

Lalu kugenjot
tubuhnya dalam pangkuanku, aku semakin horny saat melihat payudaranya
yang bergoyang naik turun, kumainkan kedua benda itu, lalu kubuka juga
kuncir rabutnya sehingga rambutnya tergerai panjang, membuatnya
bertambah seksi. Penampilannya mengingatkanku pada foto model bugil
Jepang, Chisato Kawamura. Waktu itu kulihat juga Andy sedang melakukan
anal seks dengan Susanna. Ternyata Andry adalah orang yang suka bermain
seks secara kasar. Kulihat dia, sambil menggenjot Susanna, tangannya
menjambak rambutnya dan tangan satunya lagi meremas-remas payudaranya.

Setelah
Andry puas dengan Susanna, dia minta untuk berganti pasangan denganku.
Aku sebenarnya agak keberatan soalnya Susanti itu kan gadis yang aku
sukai, tapi kulihat Susanti mengangguk menandakan dia setuju, “Nggak
pa-pa kok Van, ini kan cuma permainan aja, boleh ya”. Kupikir-pikir ya
benar juga, akhirnya aku juga setuju. Susanti pun meninggalkanku dan
menuju ke Andry, aku berjalan ke arah Susanna, dan membaringkannnya
telentang di ranjangku dan kumasukkan adikku ke dalam vaginanya. Dia
kelihatannya sangat menikmati permainan ini, dan kutahu bahwa Susanna
sudah tidak perawan, tapi vaginanya masih kencang, sepertinya jarang
dipakai. Pantas aja dia kelihatannya lebih berpengalaman saat oral seks
sebelumnya tadi, selain itu juga sifatnya lebih agresif. Tapi mereka
berdua memang sama-sama enak rasanya kok. Aku agak cemburu saat melihat
Susanti dijilat-jilati tubuhnya oleh Andry dan sesudahnya disetubuhi
olehnya.

Singkat cerita akhirnya kami berempat bermain sampai
puas, si kembar akhirnya terbaring lemas bermandikan keringat dan air
sperma, aku dan Andry pun sudah merasa puas dan cukup lelah. Kira-kira
jam 6 sore si kembar pamit pulang, setelah sebelumnya beres-beres dan
membersihkan diri dulu. Mereka tidak mandi di sini karena takut
kelihatan penghuni kost lain. Jangan-jangan mereka jadi curiga, kan
bakal runyam deh jadinya. Sekarang mereka sudah lulus dan Susanti sudah
pergi ke luar negri mengambil S2, yang masih tinggal cuma Susana yang
sudah mempunyai pacar. Aku sendiri pun sudah mempunyai pacar sendiri.

 

TAMAT

 

Kembar Oh Nikmatnya

No Comment yet. Be the first to comment on Kembar Oh Nikmatnya

Leave Your Comment Here!