Ibu Kost Kekasihku

2nd August 2018 | Cat: Cerita Dewasa | 1787 Views | No Comments

www.sang-pakar.xyz Ibu Kost Kekasihku

Saya ingin menceritakan pengalaman saya
waktu masih kuliah semester lima di Bandung sekitar 4 tahun yang lalu.
Nama saya sebut saja Iwan dan berasal dari Jakarta dan waktu itu saya
kos di dekat daerah Dago. Tempat kosnya lumayan bagus dan ibu kos saya
waktu itu berumur sekitar 28 tahun. Suaminya sudah meninggal karena
kecelakaan lalu lintas dan dia belum sempat dikaruniai anak. Untuk
membiayai kehidupan sehari-harinya dia bekerja di salah satu bank
swasta di Bandung.

Sebelumnya saya kos di daerah Cihampelas dan
karena ribut dengan salah satu anak kos, saya coba cari tempat kos
lain. Rumah kos baru ini saya ketahui dari salah seorang teman yang
masih saudara sepupu ibu kos saya. Waktu pertama kali saya datang ke
tempat kos, ibu kos saya (sebut saja namanya Rita) agak ragu-ragu
karena dia sebenarnya berencana untuk menerima wanita. Maklum karena
dia hanya tinggal sendiri ditemani seorang pembantu. Untung akhirnya
Mbak Rita mau menerima saya karena tahu saya adalah teman dekat saudara
sepupunya.

Sebagai gambaran, Mbak Rita tingginya 163 cm dengan
wajah yang cantik. Kulitnya putih dan badannya juga sangat seksi dengan
ukuran dada yang lebih besar dari umumnya wanita Indonesia. Belum lama
saya tinggal di sana saya mulai tahu kalau Mbak Rita dibalik penampilan
luarnya yang cukup alim, ternyata mempunyai libido seks yang cukup
tinggi. Waktu itu saya sedang di rumah sendiri dan saya suruh pembantu
untuk membelikan makanan di luar. Saya iseng dan masuk ke kamarnya
serta membuka lemari pakaiannya. Di lacinya, di bawah tumpukan pakaian
dalamnya ternyata terdapat dua buah vibrator yang mungkin sering
digunakan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Mbak Rita juga
mempunyai beberapa pakaian dalam dan baju tidur yang sangat seksi. Hal
ini sebenarnya sudah saya ketahui dengan memperhatikan pakaian-pakaian
dalamnya bila dijemur di halaman belakang rumah.

Di rumahpun
Mbak Rita cukup bebas, dia hampir tidak pernah menggunakan bra bila di
rumah walaupun dia tahu saya ada di rumah. Di balik baju kaos ketat
atau baju tidur yang dikenakannya seringkali putingnya terlihat
menonjol dan saya sendiri yang kadang-kadang risih untuk melihatnya.
Kalau keluar kamar mandipun Mbak Rita biasanya hanya mengenakan handuk
yang tidak terlalu besar dan dililitkan di badannya sehingga kemontokan
buah dadanya dan kemulusan pahanya terlihat jelas.

Suatu pagi
waktu saya sedang sarapan Mbak Rita masuk ke ruang makan sehabis
melakukan senam aerobik di halaman belakang. Dia mengenakan baju senam
berwarna merah muda dengan bahan yang cukup tipis tanpa lapisan dalam
lagi. Karena bajunya basah oleh keringat, waktu dia masuk saya cukup
kaget, karena buah dada dan putingnya terlihat jelas sekali di balik
baju senamnya. Saya yakin dia sadar akan hal itu dan sengaja mengenakan
baju senam itu untuk menggoda saya. Waktu saya menoleh ke dadanya, Mbak
Rita langsung bertanya, “Hayo, lihat apa kamu?” Saya sendiri hanya
tersenyum dan berkata, “Ngga lihat apa-apa kok, lagian Mbak pakai baju
kok transparan betul sih?” Mbak Rita balik bertanya, “Memangnya kamu
nggak suka lihat yang begini?”. “Ya suka dong Mbak, namanya juga
laki-laki”. Waktu itu saya malu sekali dan mencoba untuk mengalihkan
pembicaraan ke hal lainnya. Tetapi sepanjang sarapan harus diakui kalau
saya berkali-kali mencoba untuk mencuri pandang ke arah dadanya.

Malam
harinya ketika saya sedang nonton TV di ruang depan Mbak Rita
menghampiri saya dengan menggunakan baju tidurnya yang berwarna putih.
Dia ikut nonton TV, dan selang beberapa lama dia berkata kepada saya.
“Wan, aku pegal-pegal semua nih badannya, mungkin karena aerobik tadi
pagi. Bantu pijitin Mbak yah?” Dengan spontan saya berkata, “Boleh
Mbak. Di mana?” “Ke kamar Mbak aja deh”, katanya.

Sebenarnya
saya sudah menunggu kesempatan ini sejak lama, tetapi memang karena
saya orangnya pemalu, saya tidak pernah berani untuk mencoba-coba
mengutarakan hal ini ke Mbak Rita. Saya mengikuti Mbak Rita ke kamarnya
dan dia menyuruh saya duduk di tempat tidurnya. Mbak Rita kemudian
mengambil baby oil dari laci sebelah tempat tidurnya dan memberikannya
ke saya. Saya bilang kalau bajunya nanti kotor bila pakai baby oil.
Tujuan saya sebenarnya adalah supaya Mbak Rita mau melepaskan baju
tidurnya. Mbak Rita langsung mengangkat baju tidurnya di hadapan saya
dan yang mengejutkan, dia hanya mengenakan celana dalam G-string
berwarna putih yang tidak cukup untuk menutupi bulu kemaluannya yang
lebat. Di kiri kanan celananya masih tampak bulu kemaluannya, Tubuhnya
indah sekali, payudaranya besar dengan bentuk yang indah dan puting
yang berwarna coklat kemerahan.

“Bagaimana Wan, menurut kamu
badanku bagus?” Sayapun mengangguk sambil menelan ludah. Baru pertama
kali ini saya melihat tubuh wanita dalam keadaan yang hampir telanjang
bulat. Biasanya saya hanya melihat di film atau majalah saja (waktu itu
belum ada internet seperti sekarang). Mbak Rita kemudian merebahkan
badannya dan saya mulai memijitnya dari belakang setelah terlebih dulu
mengoleskan baby oil. Luar biasa, kulitnya mulus sekali dan sekujur
tubuhnya ditumbuhi oleh bulu-bulu halus yang menambah keseksiannya.
Pada waktu saya memijit kaki dan pahanya, Mbak Rita membuka kakinya
lebih lebar, dan saya dapat melihat kemaluannya yang tercetak jelas
pada celana dalamnya yang kecil itu. Belum lagi bulu kemaluannya yang
keluar dan menambah indah pemandangan itu. Saya terus memijiti paha
bagian dalamnya dan saya sengaja untuk tidak sampai ke selangkangannya
agar dia terangsang secara perlahan-lahan. Mbak Rita mengeluarkan
lenguhan-lenguhan lembut dan saya tahu dia menikmati pijitan saya.
Kakinya juga dibuka lebih lebar dan mengharapkan tangan saya menyentuh
kemaluannya. Tetap saja saya sengaja untuk tidak menyentuh kemaluannya.
Dari kemaluannya sudah mulai keluar sedikit cairan yang membasahi
celana dalamnya. Saya tahu kalau dia sudah terangsang.

Saya
minta Mbak Rita membalikkan badannya. Dia langsung menurut dan saya
usapkan baby oil di dada dan perutnya. Payudaranya cukup kenyal dan
waktu saya memainkan jari-jari saya di putingnya dia menutup matanya
dan terlihat benar-benar menikmati apa yang saya lakukan. Kemudian Mbak
Rita bangun dan meminta saya membuka pakaian saya. Dia berkata kalau
dia sudah benar-benar terangsang dan sejak kematian suaminya dia tidak
pernah tidur dengan seorang priapun. Aku minta Mbak Rita yang melucuti
pakaianku. Dengan cepat Mbak Rita membuka baju kaos yang aku kenakan
dan kemudian celana pendek dan celana dalamku. “Kamu juga sudah
terangsang yah Wan?”. “Iya dong Mbak, dari tadi juga sudah berdiri
begini”, kataku sambil tertawa. Mbak Rita kemudian memegang kemaluanku
dan mulai melakukan oral seks kepadaku. Terus terang itu adalah pertama
kali seorang perempuan melakukan hal itu kepada saya. Waktu SMA saya
pernah punya pacar tapi kami tidak pernah melakukan hal-hal sejauh itu.
Paling-paling juga kami hanya berpegangan tangan dan berciuman. Mbak
Rita ternyata ahli sekali dan saya merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Selang
beberapa lama kemudian, Mbak Rita melepaskan celana dalamnya dan
menyuruhku tiduran di ranjang dan dia naik di atasku. Kakinya dibuka
lebar di atas kepalaku sambil lidahnya menjilati kemaluanku. Pinggulnya
diturunkan dan kemaluannya hanya beberapa senti di atas mukaku. Sungguh
pemandangan yang sangat indah. Langsung saja aku menjilati kemaluan dan
clitorisnya dari bawah. Ternyata rasanya tidak jijik seperti yang aku
bayangkan sebelumnya. Cairannya sedikit asin dan tidak berbau. Aku tahu
kalau dari kesehariannya yang resik, Mbak Rita pasti juga rajin menjaga
kebersihan kemaluannya.

Aku terus menjilati kemaluannya dan
mulai memberanikan diri menjilati bagian dalamnya dengan membuka
kemaluannya dengan jariku lebih lebar. Mbak Rita sangat menikmati dan
dia juga menjilati kemaluanku dengan lebih ganas lagi. Kemudian dia
bangun dan memintaku memasukkan kemaluanku ke dalam punyanya. “Ayo dong
Wan, aku sudah tidak tahan lagi nih”. Aku bilang kalau aku belum pernah
melakukan hal ini dan Mbak Rita berkata, “Kamu tiduran saja, nanti Mbak
akan mengajari kamu.” Kemudian Mbak Rita duduk di atasku dan dengan
perlahan memasukkan kemaluanku. Rasanya nikmat sekali dan Mbak Rita
mulai menggoyangkan pinggulnya. Aku memejamkan mataku dan berpikir
kalau beginilah rasanya berhubungan dengan wanita. Kalau sebelumnya
hanya imajinasi semata, sekarang aku merasakan bagaimana nikmatnya
berhubungan dengan wanita secantik Mbak Rita.

Malam itu kami
berhubungan badan dua kali. Setelah kami selesai yang pertama, Mbak
Rita mengajak saya mandi dan kemudian mengganti sprei dengan yang baru
karena kotor oleh keringat dan baby oil yang digunakan tadi. Kemudian
kita lanjut lagi dan mencoba melakukan gaya-gaya lainnya.

Setelah
kejadian malam itu, Mbak Rita sering mengajak saya tidur di kamarnya
dan hubungan seks di antara kami menjadi hal yang rutin kami lakukan.
Mbak Rita juga suka mengajak saya melakukannya di seluruh bagian rumah,
dari ruang tamu sampai halaman belakang. Biasanya bila melakukan di
luar kamar, kami melakukannya malam hari setelah pembantu tidur. Pernah
sekali pembantu rumah memergoki kami di ruang tengah waktu dia mau
mengambil minuman di dapur. Cepat-cepat dia memalingkan muka dan balik
ke kamarnya. Setelah itu dia tidak pernah lagi keluar malam-malam dan
itu lebih membuat kami lebih bebas melakukannya di rumah. Sewaktu
pembantu mudik pada saat lebaran kami menghabiskan waktu di rumah tanpa
mengenakan pakaian selembarpun. Mbak Rita yang mengusulkan hal itu dan
begitu sampai di rumah Mbak Rita langsung melucuti semua pakaian yang
dikenakannya.

Saya juga mulai sering pergi dengan Mbak Rita dan
waktu itu hubungan kami sudah layaknya seperti orang pacaran. Diapun
sudah tidak mau lagi disapa dengan Mbak dan dia minta saya memanggilnya
dengan nama depannya sendiri. Dia juga tidak mau lagi menerima uang kos
dari saya dan uang kiriman orang tua dapat saya gunakan untuk bepergian
dengan dia. Satu hal yang saya ingin ceritakan, dia jarang sekali
mengenakan celana dalam bila pergi keluar rumah, kecuali kalau ke
kantor. Pernah juga beberapa kali saya minta dia ke kantor dengan tidak
mengenakan celana dalam di balik roknya dan dia menuruti. Kalau saja
karyawan laki-laki di bank tempat dia bekerja tahu kalau di balik
roknya yang lumayan pendek itu tidak ada apa-apa lagi… Kalau bra,
biasanya dia kenakan karena bila tidak akan terlihat jelas dan dia
risih bila banyak mata lelaki yang memandang ke arah dadanya.

Hubungan
kami masih berlangsung sampai sekarang walaupun orang tuaku tidak
menyetujui karena usianya yang jauh lebih tua dan statusnya yang janda.
Saya sekarang bekerja di Jakarta dan bila akhir pekan saya selalu
menghabiskan waktu saya di Bandung. Rencananya akhir tahun ini kami
akan menikah walaupun orang tua saya tidak menyetujui.

Ibu Kost Kekasihku

  • Ibu minta di puasin anak kosnya
No Comment yet. Be the first to comment on Ibu Kost Kekasihku

Leave Your Comment Here!